Sep
Sep
Sep
KINERJA DPRD BLORA LAMBAN
DPRD lamban
WAWASAN, BLORA - Setelah dilantik pada 27 Agustus lalu, nampaknya kinerja yang ditunjukkan oleh anggota DPDRD baru (periode 1009-2014) berjalan lamban. Pasalnya sampai Rabu (9/9), para wakil rakyat itu hanya mampu menetapkan pembentukan fraksi yang ada di DPRD Blora. Padahal setelah pelantikan, Ketua DPRD Sementara Kusnanto menargetkan pembentukan pimpinan dan alat kelengkapan lainnya selesai minggu lalu.
Beberapa anggota DPRD mengatakan salah satu penyebabnya karena surat rekomendasi dari PDIP tetang siapa yang ditunjuk menjadi pimpinan dewan belum turun, sehingga penetapan pimpinan dewan definitif belum bisa dilaksanakan. Saat ini yang pasti menduduki kursi pimpinan, Kusnanto (Golkar) di posisi ketua, Bambang Susilo (Demokrat), Aminudin (PKB) dan PDIP yang menjadi wakil. Baca selengkapnya »
Sep
650 PELANGGAN PDAM BLORA BEBAS BAYAR
650 pelanggan PDAM bebas bayar rekening
BLORA - Setelah dipastikan tidak bisa mengalirkan air ke sejumlah pelanggan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora mengeluarkan kebijakan untuk tidak menerbitkan rekening bagi 650 pelanggan yang ada di wilayah Blora kota. Hal itu dilakukan karena sumber air dari Ngampel sudah tidak bisa diandalkan karena debit air yang semakin menipis.
"Mulai September ini, sekitar 650 pelanggan di Blora tidak akan dikenakan bayar rekening, termasuk biaya abunemen, karena memang air PDAM tidak bisa dialirkan," kata Direktur PDAM Blora, Eko Budi Resetiawan didampingi Kepala Cabang Blora Hanafi dan Kabag Hubungan Langganan Suyitno, Selasa (8/9).
Sep
Wawasan – Perbaikan Jalan Alun-alun dipertanyakan
Perbaikan jalan alun-alun dipertanyakan
BLORA - Proyek pengerjaan jalan Alun-alun Blora, yang kini pada tahap pembongkaran paving, mendapat sorotan sejumlah pihak. Pasalnya, sampai saat ini semua proyek yang ada di Blora belum ada yang melakukan pelelalangan, baru pada tahap pendaftaran. Namun teryata jalan itu sudah dibongkar.
’’Masa lelang belum dilaksanakan, pengerjaan proyek jalan itu sudah dijalankan, jelas kami mempertanyakan hal itu,” ungkap Direktur LSM Blora Crisis Center (BCC) Amin Farid, kepada Wawasan, Minggu (6/9).
Amin menilai, kalaupun memang dilakukan penunjukan, idealnya dilakukan setelah Lebaran. Sebab saat Lebaran arus lalu-lintas di sekita alun-alun pasti sangat ramai, belum lagi tepat di depan jalan dipakai untuk tempat hiburan masyarakat, seperti kereta mini, mobil-mobilan, ayunan serta menjadi sarana publik untuk bersantai.
’’Lebih tepat dilaksanakan setelah Lebaran, sehingga tidak menganggu aktivitas masyarakat, dengan kondisi saat ini jelas masyarakat menjadi terganggu dan tidak nyaman,” paparnya.
Dikeluhkan
Sementara itu, akibat perbaikan jalan alun-alun tersebut, yang juga di depan pendapa rumah dinas Bupati Blora, dirasakan tidak nyaman dan berdebu baik siang ataupun malam hari, terutama saat kendaraan melewati jalan itu. ’’Setelah jalan paving dibongkar semua, kami merasa terganggu sebab kondisi jalan yang berpasir dan tidak rata dengan jalan aspal, kami harus hati-hati saat melintas,” kata Sriono, warga Mlangsen, yang kebetulan siang itu lewat.
Menurut dia, sebagai jalan utama terlebih ada di alun-alun dan persis di depan gapura pendapa, jelas menganggu pemandangan serta merugikan masyarakat lainnya. Karena saat malam hari, depan jalan itu juga dipakai sarana rekreasi oleh masyarakat Blora.
’’Harusnya kalau diperbaiki, jangan semua paving dibongkar, separuh-separuh dulu, setelah sebagian selesai baru sebagian lainnya, sehingga tidak menggangu,” tambahnya.
Beberapa kendaraan baik roda dua atau empat, nampak tampak pelan saat melintas jalan itu, saat melintas itulah debu pasir ikut beterbangan, terlebih saat ini musim kemarau, ditambah dengan banyaknya kendaraan yang lewat di alun-alun. K.9-Tj
Sep
Pimpinan DPRD Definitif Belum Jelas Pembentukan Fraksi Didahulukan
Senin, 07 September 2009
Sep
Inspektorat Periksa Aset Setwan
BLORA - Minggu, 06 September 2009 - Inspektorat Daerah Blora tak mau kecolongan. Untuk memastikan keberadaan mobil dinas (mobdin), laptop, dan inventaris lainnya yang pernah dinikmati mantan anggota DPRD setempat tak hilang, mereka memeriksa dan mendata aset daerah yang ada di sekretariat dewan (setwan).
Sep
Laptop Juga Belum Dikembalikan

