About Us

©2008-2009 Berita dari Blora™ ini merupakan kliping digital, berisi kumpulan-kumpulan berita tentang Blora di media online.

Blog ini merupakan Back Up & mirror dari blog asalnya sekaligus mirror dari website ILUSA.Net.

Read More >>

Most Popular Posts

Subscribe to our RSS Feed

Lorem ipsum dolor site amet

Quisque dapibus fermentum quam. Donec semper tempus enim. Aenean tempus dignissim tortor. Ut condimentum. Mauris iaculis. Vivamus ligula nisi, dictum vel,

Archive for February, 2009

22
Feb

Dua Kali Ditelpon Dirjen Perimbangan Keuangan

JAWA POS - Molornya pembahasan APBD 2009 membuat Bupati Blora Yudhi Sancoyo menerima teguran dari Depertemen Keuangan. Bahkan, teguran itu bukan hanya sekali namun sudah dua kali. Teguran diberikan secara lisan melalui Dirjen Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan Prof Mardiyasmo. ”Saya sudah dua kali ditelepon Prof Mardiyasmo. Ya gara-gara APBD kita yang molor itu,” ujar Yudhi Sancoyo.
Biasanya, lanjut Yudhi, bakal ada teguran secara tertulis yang akan dilayang ke pemkab Blora. Selain berisi teguran dan menginformasi batas waktu terakhir penyampaian pengesahan APBD. Surat teguran itu juga berisi konsekuensi yang harus diterima jika pengesahan APBD nya molor. Kalau pengesahan APBD molor, kata dia, memang ada sanksi yang harus diterima. Blora, ujarnya sudah pernah menerima sanksi pada 2007 silam, yakni berupa penundaan pencaoran dana alokasu umum (DAU). ”Selain mendapat malu, juga menerima sanksi. Kalau ada pertemuan bupati-bupati di Jakarta. Malu nya minta ampun karena kita akan dipanggil dan disuruh berdiri dengan disaksikan bupati/walikota se Indonesia,” ungkapnya. Read the rest of this entry »

14
Feb

Petani Kebingungan Membaca Perubahan Cuaca

 Jumat, 13 Februari 2009 | 19:38 WIB

BLORA, JUMAT - Sejumlah petani di Kecamatan Banjarejo dan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kebingungan membaca perubahan cuaca pada awal musim tanam pertama kemarin. Hal itu mengakibatkan sejumlah petani menanam lebih awal meskipun curah hujan belum maksimal.

Rata-rata petani di dua kecamatan itu menanam padi pada November 2008. Padahal menurut perhitungan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jateng, curah hujan tertinggi di Jateng bagian timur, termasuk Blora, terjadi pada pertengahan Desember.

Petani Desa Kalirejo, Kecamatan Banjarejo, Sarji (48), Jumat (13/2) di Blora, mengaku menyebar benih padi pada November 2008 lantaran hujan sudah turun. Namun, hujan tidak kunjung datang hingga benih berumur 25 hari atau siap tanam.

“Warna daun benih padi menguning lantaran kekurangan air. Sebagian benih itu tidak dapat ditanam lagi meskipun masih hidup. Kalaupun ditanam, bulir padi tidak akan berisi,” kata Sarji yang pada 2007 menanam padi pada bulan Desember.

Menurut pemilik sawah seluas setengah hektar itu, sebagian besar padi yang kekurangan air itu tetap ditanam karena pada awal Desember hujan kembali turun. Namun setelah dipanen, produktivitas padi turun dari tiga ton menjadi satu ton. Read the rest of this entry »

14
Feb

Caleg PKS Blora Resmi Ditahan

Jumat, 13 Februari 2009 | 19:33 WIB

BLORA, JUMAT - Kejaksaan Negeri Blora resmi menahan Sujad (31), calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Blora di Rumah Tahanan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (13/2) siang. Penahan itu berdasarkan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Semarang yang telah berkekuatan hukum tetap.

Terpidana Sujad datang ke Kejaksaan Negeri Blora didampingi penasihat hukumnya, Teguh Wiyono, sekitar pukul 13.30. Semula, jaksa akan menahan terpidana Jumat pagi, tetapi Teguh meminta penahanan dilakukan siang harinya atau seusai shalat Jumat.

Jaksa tindak pidana pemilu Kejaksaan Ngeri Blora Tri Joko mengatakan, kejaksaan menerima tembusan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Semarang dari Pengadilan Negeri Blora, Kamis kemarin. Surat itu menyatakan bahwa keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Blora sudah tepat.

Implikasi dari surat keputusan itu adalah jaksa diminta mengeksekusi terpidana secepat mungkin, kata Jaksa Tindak Pidana Pemilu Kejaksaan Negeri Blora Tri Joko. Read the rest of this entry »

11
Feb

Master Plan Lapter Ngloram Selesai

JAWA POS - Master plan atau rencana pengembangan lapangan terbang Ngloram di Desa Ngloram Kecamatan Cepu selesai. Saat ini, pemkab sedang menunggu proses pembahasan peraturan daerah untuk rencana tata ruang dan rencana tata wilayah untuk wilayah di sekitar lokasi. ”Dalam RTRW itu sudah termasuk master plan yang kita buat,” kata Kepala Bagian Perekonomian pemkab Blora Sutikno Slamet, kemarin.
Dia menyebut, selain penambahan panjang landasan, pengembangan yang direncanakan juga meliputi sarana pendukung di sekitar lapangan terbang. Hanya, Sutikno belum mau menyebutkan berapa hektar lahan yang diperlukan untuk pengembangan tersebut. Lahan di sekitar lapangan terbang, saat ini sebagian besar masih dihuni warga.Namun, statusnya adalah lahan milik lapangan terbang yang sementara ini masih di bawah kekuasaan Pusdiklat Migas Cepu. ”Soal luasan lahan nanti saja,” katanya.

Yang pasti, kata dia perencanaan itu sudah selesai. Karena menyangkut perencanaan secara umum, pengembangan lapangan terbang tersebut bukan hanya masuk rencana tata ruang kecamatan saja, namun sudah masuk perencanaan secara umum di kabupaten. Untuk dasar hukumnya, nanti akan dibuatkan perda. ”Saat ini bahan-baran raperda sudah disiapkan. DPRD juga menyiapkan, jadi nanti kita padukan,” ungkapnya.

Dia sangat berharap perencanaan tersebut segera bisa direalisasikan. Karena, sebelumnya pemkab sudah menyiapkan infrastruktur berupa perbaikan jalan akses masuk ke lapangan terbang tersebut. Read the rest of this entry »

11
Feb

Indosat Lanjutkan Penanaman Pohon

KOMPAS - PT Indosat Tbk melanjutkan penanaman 10.000 pohon jati di Kampung Jati Indosat di Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kampung tersebut luasnya 15 hektare.

Menurut Direktur Utama Johnny Swandi Sjam di sela-sela acara yang digelar pada Sabtu (7/2), program yang diandalkan pihaknya untuk inisiatif Indonesia Hijau adalah Sejuta Pohon untuk Indonesia dan BTS Energi Alternatif. “Komitmen kami untuk menjadi pionir lingkungan di industri telekomunikasi,” katanya.

Program Indonesia Hijau di Indosat Regional Jawa Tengah dan DIY telah dilaksanakan juga dalam bentuk bantuan tanaman/pohon ke sekolah-sekolah di Yogyakarta, Magelang dan sekitarnya. Selain itu, program juga diarahkan ke Dinas Pertanian, Pemkab Boyolali, Pemkab Wonogiri, Pemkab Purbalingga, dan desa-desa di wilayah cabang Purwokerto, Dinas Pertamanan di Semarang, dan sebagainya.

Sementara itu, setiap karyawan Indosat dibagikan 10 pohon produktif, seperti pohon mangga, jambu, kelengkeng, dan rambutan. Pohon-pohon itu wajib ditanam di sekitar tempat tinggal yang bersangkutan.

11
Feb

Imbas Banjir di Semarang : Blora Siapkan Jalur Alternatif

SUARA MERDEKA - Jalan provinsi di Kabupaten Blora siap dilalui kendaraan yang tak ingin melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa setelah terjadi banjir di Semarang dan sekitarnya. 

Hanya para pengendara harus ekstrawaspada melewati jalur alternatif di Blora, karena sebagian besar kondisi jalannya bergelombang. Selain itu kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik seiring turunnya hujan sejak beberapa hari terakhir. 

Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di antaranya di jalur Cepu-Blora, tepatnya di perbatasan Desa Jiken dan Desa Cabak. Banyak lubang bertebaran di jalur tersebut. Demikian juga dengan jalur Cepu-Randublatung-Wirosari. Selain jalannya sempit, kerusakan jalan terlihat sejumlah lokasi. 

Lepas dari perempatan Terminal Cepu, pengendara akan menjumpai beberapa lubang di tengah jalan di jalur tersebut. Kondisi jalan yang tidak bersahabat akan dirasakan di jalur Blora-Kunduran dan Cepu-Wirosari. Jalur tersebut selama ini dikenal bergelombang.   Read the rest of this entry »

11
Feb

1.000 Hari Pramoedya, Tembang Rindu Bumi Manusia

Gonjang-ganjing alam luluh-lantakkan nyawa-nyawa/mata malaikat mengincar buas/udara mengelilingi panas/…./lalu pada siapa butuh pertolongan/haruskah kubersabar dan berikhtiar/bumi seolah tak menerima lagi//

 

KOMPAS, Jumat, 6 Februari 2009 | 18:30 WIB - Tembang rindu untuk bumi dan manusia itu melantun dengan alunan musik punk dan tradisional. Bagaimana tidak, iringan tembang berjudul “Nyanyian Akhir” itu menyuarakan perpaduan rancak drum, gitar listrik, bas, ketipung, kendang, dan saron.

Musik dan lagu itu memukau para penonton. Di tengah-tengah kekaguman itu, mereka bertanya-tanya dan saling berkomentar lantaran pakaian para personel band cukup nyeleneh .

Masak vokalis band mengenakan busana muslim dan berkopiah, sedang pemain musik memakai pakaian punk. “Salah kostum kali,” komentar salah seorang penonton.

Itulah pertunjukkan band Lembaga Sosial dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), Kecamatan Kayen, Pati, dalam Pentas Musik Kehidupan untuk Pramoedya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (6/2) sore. Kegiatan dalam rangka memperingati 1.000 hari meninggalnya sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu diramaikan pula sejumlah band lain, yaitu Marginal Band, Residivis Band, Oral Band, dan Dendang Kampung. Read the rest of this entry »