SRIWIJAYA POST/SYAHRUL HIDAYAT
RABU, 11 MARET 2009 | 11:36 WIB

 

BLORA, KOMPAS.com-Kepolisian Resor Blora mengadakan gelar pasukan dan simulasi untuk mengamankan Pemilu 2009 di Alun-alun Kabupaten Blora, Rabu (11/3).

Salah satu bentuk pengamanan itu adalah memperketat pengawasan tempat-tempat pemungutan suara atau TPS.

Dalam simulasi pengamanan di TPS, polisi membagi penanganan tiga kategori persoalan yang berpotensi muncul pada sebelum, saat, dan sesudah pemilu. Ancaman keamanan menjelang pemilu misalnya mabuk-mabukan dan keributan di dekat TPS.

Ancamanan saat pemilu adalah munculnya pemilih yang memakai atribut salah satu partai dan protes massa seusai perhitungan suara. Adapun ancaman setelah pemilu berupa protes partai-partai yang tidak puas dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) atas hasil perhitungan suara terakhir.  

Kepala Kepolisian Resor Blora Ajun Komisaris Besar Umar Faroq mengatakan Polres Blora akan menempatkan personil di TPS-TPS pada H-2 sampai H+1. Satu personil rata-rata mengawasi 2-3 TPS. “Khusus di kawasan yang rawan atau jauh dari pusat pengendalian keamanan, misalnya di Desa Menden, Kecamatan Kradenan, saya tempatkan satu personil di dua TPS,” kata dia.

Menurut Umar, polisi akan menjalin kerja sama dengan petugas perlindungan masyarakat di setiap daerah. Polisi juga telah menyiapkan pasukan anti huru-hara untuk mengantisipsi aksi anarkis selama pemilu. Bedasarkan data Polres Blora, anggota pengaman di TPS 502 personil dan cadangan 245 personil. Mereka akan dibantu 4.944 petugas perlindungan masyarakat dan TNI di tiap daerah di Kabupaten Blora.
KOMPAS Alb. Hendriyo Widi Ismanto 

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Turn this article into a PDF!
  • Technorati
  • Twitter