Mar
Melihat Lebih Dekat Perajin Barongan di Blora
Meski Sulit Memasarkannya tapi Tetap Berkarya
Bagi Wiji Pramono alias Gacu, menjalani profesi sebagai perajin topeng barongan tidak mudah karena membutuhkan dedikasi dan ketekunan. Meski saat ini sulit bahan baku dan memasarkan hasil karyanya. Namun, Gacu tetap berkarya mempertahankan kesenian khas Blora ini.
JAWA POS - Lelaki itu terus mengusap-usap permukaan dan rambut topeng kayu yang sudah dicat dengan dominasi merah tersebut. Sesekali rambut di topeng itu diberi minyak dan dielus-elus hingga wajah dan rambut topeng itu tampak mengkilap. Selesai satu topeng, tangan lelaki itu mengambil topeng lain yang ada di dekatnya. Kembali pekerjaan serupa dilakukan lelaki tersebut. Pekerjaan itu dilakukan di sebuah bengkel kecil di Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora. ”Ini proses terakhir, harus digosok-gosok agar tampak kinclong,” ujar Wiji Pramono alias Gacu, nama lelaki itu menerangkan pekerjaan yang dia lakukan siang itu.
Menjadi perajin barongan, meski tidak menjadi pekerjaan utamanya, sudah dilakukan sekitar 21 tahun lalu sejak 1988. Pekerjaan itu diawali saat dia masih muda dan sering ikut terlibat dalam pembuatan kesenian khas Blora tersebut. Kala itu, seni barongan masih menjadi kesenian yang populer dan masih sering dimainkan. ”Saya dulu hanya membantu pada sesepuh desa untuk membuat barongan. Akhirnya malah keterusan,”ujarnya. Read the rest of this entry »

