About Us

©2008-2009 Berita dari Blora™ ini merupakan kliping digital, berisi kumpulan-kumpulan berita tentang Blora di media online.

Blog ini merupakan Back Up & mirror dari blog asalnya sekaligus mirror dari website ILUSA.Net.

Read More >>

Most Popular Posts

Subscribe to our RSS Feed

Lorem ipsum dolor site amet

Quisque dapibus fermentum quam. Donec semper tempus enim. Aenean tempus dignissim tortor. Ut condimentum. Mauris iaculis. Vivamus ligula nisi, dictum vel,

Seni

06
Mar

Melihat Lebih Dekat Perajin Barongan di Blora

Meski Sulit Memasarkannya tapi Tetap Berkarya

 

Bagi Wiji Pramono alias Gacu, menjalani profesi sebagai perajin topeng barongan tidak mudah karena membutuhkan dedikasi dan ketekunan. Meski saat ini sulit bahan baku dan memasarkan hasil karyanya. Namun, Gacu tetap berkarya mempertahankan kesenian khas Blora ini. 

 
JAWA POS - Lelaki itu terus mengusap-usap permukaan dan rambut topeng kayu yang sudah dicat dengan dominasi merah tersebut. Sesekali rambut di topeng itu diberi minyak dan dielus-elus hingga wajah dan rambut topeng itu tampak mengkilap. Selesai satu topeng, tangan lelaki itu mengambil topeng lain yang ada di dekatnya. Kembali pekerjaan serupa dilakukan lelaki tersebut. Pekerjaan itu dilakukan di sebuah bengkel kecil di Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora. ”Ini proses terakhir, harus digosok-gosok agar tampak kinclong,” ujar Wiji Pramono alias Gacu, nama lelaki itu menerangkan pekerjaan yang dia lakukan siang itu.

Menjadi perajin barongan, meski tidak menjadi pekerjaan utamanya, sudah dilakukan sekitar 21 tahun lalu sejak 1988. Pekerjaan itu diawali saat dia masih muda dan sering ikut terlibat dalam pembuatan kesenian khas Blora tersebut. Kala itu, seni barongan masih menjadi kesenian yang populer dan masih sering dimainkan. ”Saya dulu hanya membantu pada sesepuh desa untuk membuat barongan. Akhirnya malah keterusan,”ujarnya.   Read the rest of this entry »

11
Feb

1.000 Hari Pramoedya, Tembang Rindu Bumi Manusia

Gonjang-ganjing alam luluh-lantakkan nyawa-nyawa/mata malaikat mengincar buas/udara mengelilingi panas/…./lalu pada siapa butuh pertolongan/haruskah kubersabar dan berikhtiar/bumi seolah tak menerima lagi//

 

KOMPAS, Jumat, 6 Februari 2009 | 18:30 WIB - Tembang rindu untuk bumi dan manusia itu melantun dengan alunan musik punk dan tradisional. Bagaimana tidak, iringan tembang berjudul “Nyanyian Akhir” itu menyuarakan perpaduan rancak drum, gitar listrik, bas, ketipung, kendang, dan saron.

Musik dan lagu itu memukau para penonton. Di tengah-tengah kekaguman itu, mereka bertanya-tanya dan saling berkomentar lantaran pakaian para personel band cukup nyeleneh .

Masak vokalis band mengenakan busana muslim dan berkopiah, sedang pemain musik memakai pakaian punk. “Salah kostum kali,” komentar salah seorang penonton.

Itulah pertunjukkan band Lembaga Sosial dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi), Kecamatan Kayen, Pati, dalam Pentas Musik Kehidupan untuk Pramoedya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (6/2) sore. Kegiatan dalam rangka memperingati 1.000 hari meninggalnya sastrawan Pramoedya Ananta Toer itu diramaikan pula sejumlah band lain, yaitu Marginal Band, Residivis Band, Oral Band, dan Dendang Kampung. Read the rest of this entry »

11
Feb

Apresiasi Sastra dan Budaya untuk Pramoedya

 

KOMPAS, Jumat, 6 Februari 2009 | 20:50 WIB - Perpustakaan Pramoedya Ananta Toer Anak Blora (Pataba) dan Komunitas Pasang Surut Blora, akan menggelar apresiasi sastra dan budaya di Jalan sumbawa No 40, Blora, Sabtu (7/2) pukul 12.00.

Kegiatan itu berupa pentas teater, performance art, dialog tentang Sastrawan Tierra Humana, dan pertunjukkan wayang. Di tengah-tengah kegiatan itu, tiga buku tentang Pramoedya akan diluncurkan, yaitu Bersama Mas Pram , Seribu Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa, dan Melihat Lebih Dekat . (*/)