About Us

©2008-2009 Berita dari Blora™ ini merupakan kliping digital, berisi kumpulan-kumpulan berita tentang Blora di media online.

Blog ini merupakan Back Up & mirror dari blog asalnya sekaligus mirror dari website ILUSA.Net.

Read More >>

Most Popular Posts

Subscribe to our RSS Feed

Lorem ipsum dolor site amet

Quisque dapibus fermentum quam. Donec semper tempus enim. Aenean tempus dignissim tortor. Ut condimentum. Mauris iaculis. Vivamus ligula nisi, dictum vel,

06
Mar

Tebing Longsor, Lima Rumah Ambrol

SUARA MERDEKA - Lima rumah warga yang berada persis di pinggir Sungai Bengawan Solo di Kampung Semangat Kelurahan/Kecamatan Cepu Blora ambrol. Musibah itu terjadi karena fondasi rumah tidak kuat menahan kikisan arus Bengawan Solo. 
Longsornya tebing sungai menyebabkan rumah yang berada di atasnya ambruk. 
Beruntung, peristiwa yang terjadi Selasa (3/3) itu tidak menyebabkan korban jiwa. Sebab, sang pemilik rumah telah mengetahui longsornya tebing tersebut. Sebelum rumah ambruk, mereka telah mengungsi.  

Kerugian materi yang dialami para pemilik rumah mencapai sekitar Rp 60 juta. Lima rumah yang ambrol tersebut sebagian berdinding bambu, yakni milik Sugiyo (40), Sakirun (40), Kasimin (45), Sukar (40), dan  Purnomo (37). 

Herman, salah seorang warga menuturkan, tanda-tanda tebing di bawah rumah warga tersebut bakal longsor mulai terlihat ketika banjir telah surut, Senin (2/3). 

Namun yang longsor baru sebagian kecil. Keesokan harinya, tebing yang longsor semakin bertambah. Karena itu, pemilik rumah memutuskan untuk mengungsi. 
“Para tetangga ikut membatu mengungsikan barang-barang berharga, termasuk melepas beberapa bagian rumah yang bisa diselamatkan,” kata Herman, kemarin. 

Dia menuturkan, setelah kerja bakti selesai, tanah di bagian belakang rumah itu pun ambrol. Menurutnya, banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi belum lama ini di Kecamatan Cepu, Blora menyisakan persoalan baru bagi warga yang bermukim persis di pinggir sungai. Pasalnya, fondasi rumah mereka terancam ambrol. Read the rest of this entry »

05
Feb

Banjir di Cepu Mulai Surut

Headline News / Nusantara / Rabu, 04 Februari 2009 6:02 WIB

Metrotvnews.com, Blora: Setelah tiga hari digenang banjir, ketinggian air di sejumlah desa di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Rabu (4/2) hari ini, berangsur surut. Namun warga korban banjir masih bertahan di pinggir rel, sementara bantuan mulai disalurkan kepada warga. 

Banjir yang melanda Kecamatan Cepu dalam tiga hari terakhir, sempat menimbulkan kepanikan warga Desa Balung dan Desa Sumber Pitu. Warga trauma dengan banjir yang terajadi pada akhir tahun 2007 lalu, yang datang tiba-tiba. Meski banjir dengan ketingian 1,5 meter mulai surut, namun warga belum berani pulang ke rumah masing-masing. 

Sejumlah desa yang sempat terendam banjir setinggi hampir 2 meter, kini surut menjadi 30 centimter. Sementara bantuan yang selama ini diharapkan baru tiba di lokasi kemarin siang. Warga bersama sejumlah relawan posko banjir mendirikan dapur umum, untuk melayani kebutuhan sehari-hari warga.(RIZ)

05
Feb

Bengawan Solo Rendam Daerah di Jateng dan Jatim

Metrotvnews.com, Blora: Luapan Sungai Bengawan Solo yang merendam Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, dalam dua hari terakhir membuat ketinggian air semakin bertambah. Jika sebelumnya ketinggian air paling tinggi mencapai satu meter, hari ini, ketinggian air sudah mencapai 1,2-1,8 meter. 
Warga yang rumahnya mengungsi ke tempat aman, seperti di pinggiran jalur kereta api. Warga mengeluhkan belum adanya bantuan evakuasi dari Pemerintah Kabupaten. Sehingga akhirnya, warga secara swadaya melakukan evakuasi sendiri. Diperkirakan, jumlah pengungsi masih akan bertambah melihat kecenderungan air yang masih akan meninggi.

Luapan Sungai Bengawan Solo juga dirasakan oleh warga yang tinggal di Bojonegoro. Sedikitnya 15 kecamatan terendam air Sungai Bengawan Solo. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 centimeter sampai satu meter. Meski demikian, warga belum mengungsi. 
Sedangkan warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tenda-tenda yang didirikan di tangguul Bengawan Solo. Warga korban banjir mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah setempat.

Sementara itu, banjir akibat luapan air sungai juga terjadi di Jember, Jawa Timur. Air mulai meninggi pada dini hari. Air yang naik secara tiba-tiba, tidak memberi kesempatan warga untuk mengungsi. Tim SAR yang datang untuk mengevakuasi terkendala kurangnya peralatan dan personil. 

Sehingga proses evakuasi berjalan lambat. Tim bantuan mengevakuasi warga ke Balai Desa Paseban. Hingga siang ini masih ada ratusan warga yang terjebak di dalam rumah. Mereka memilih untuk bertahan karena ketinggian air di jalan sudah mencapai tiga meter.(FHD)

05
Feb

Saat Banjir Mulai Menyapa Warga Cepu

Air luapan Bengawan Solo mulai menyapa sejumlah warga 14 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Blora kemarin (1/2). Meski ketinggian air belum mengkhawatirkan, warga tetap cemas.
JAWA POS - Seorang perempuan paro baya berjalan menerjang air yang menggenangi halaman rumahnya di lingkungan Balun Nggendeng, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, kemarin siang. Air setinggi lutut itu terlihat keruh. Banyak sampah ikut terseret. Kaki rentanya terus saja menerjang air, sementara tangannya menenteng peralatan dapur. Perempuan itu, menuju ke arah rel kereta api (KA) yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.

Setelah meletakkan barang-barang itu di pinggir rel, perempuan ini balik lagi ke rumah. Kali ini, dia keluar dengan membawa sebuah kasur dan beberapa bantal yang digulung di dalamnya. Begitu juga seorang ibu, anak dari perempuan tua itu juga hilir mudik mengangkut barang dari dalam rumah. 

Sementara air terus meninggi. Di dalam rumah perempuan itu, air sudah menggenangi setinggi 20 sentimeter. “Rumah saya sudah tergenang. Lebih baik bersiap mengungsi daripada nanti terlambat,” ujar Kasni, 55, nama perempuan tersebut. Read the rest of this entry »