Mar
Tebing Longsor, Lima Rumah Ambrol
SUARA MERDEKA - Lima rumah warga yang berada persis di pinggir Sungai Bengawan Solo di Kampung Semangat Kelurahan/Kecamatan Cepu Blora ambrol. Musibah itu terjadi karena fondasi rumah tidak kuat menahan kikisan arus Bengawan Solo.
Longsornya tebing sungai menyebabkan rumah yang berada di atasnya ambruk.
Beruntung, peristiwa yang terjadi Selasa (3/3) itu tidak menyebabkan korban jiwa. Sebab, sang pemilik rumah telah mengetahui longsornya tebing tersebut. Sebelum rumah ambruk, mereka telah mengungsi.
Kerugian materi yang dialami para pemilik rumah mencapai sekitar Rp 60 juta. Lima rumah yang ambrol tersebut sebagian berdinding bambu, yakni milik Sugiyo (40), Sakirun (40), Kasimin (45), Sukar (40), dan Purnomo (37).
Herman, salah seorang warga menuturkan, tanda-tanda tebing di bawah rumah warga tersebut bakal longsor mulai terlihat ketika banjir telah surut, Senin (2/3).
Namun yang longsor baru sebagian kecil. Keesokan harinya, tebing yang longsor semakin bertambah. Karena itu, pemilik rumah memutuskan untuk mengungsi.
“Para tetangga ikut membatu mengungsikan barang-barang berharga, termasuk melepas beberapa bagian rumah yang bisa diselamatkan,” kata Herman, kemarin.
Dia menuturkan, setelah kerja bakti selesai, tanah di bagian belakang rumah itu pun ambrol. Menurutnya, banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi belum lama ini di Kecamatan Cepu, Blora menyisakan persoalan baru bagi warga yang bermukim persis di pinggir sungai. Pasalnya, fondasi rumah mereka terancam ambrol. Read the rest of this entry »

