Sep
Sep
Sep
Pimpinan DPRD Definitif Belum Jelas Pembentukan Fraksi Didahulukan
Senin, 07 September 2009
Sep
Laptop Juga Belum Dikembalikan
Sep
SEPUTAR MOBIL DINAS DEWAN LAMA
Baru Kembalikan Enam Mobdin
BLORA - Anggota DPRD Blora periode 204-2009 tak hanya dikenal berani ''melawan'' SK gubernur terkait pelantikan anggota dewan 14 Agustus lalu. Sebagian di antara mereka juga ingin ''menikmati'' lebih lama mobil dinas (mobdin) yang masih dipegangnya.
Sekretariat DPRD (Setwan) Blora hingga kemarin (3/9) mencatat hanya enam mobil yang sudah dikembalikan para mantan wakil rakyat tersebut. Padahal, ada 35 mobdin yang dipakai anggota dewan lama tersebut.
Plh Sekretaris DPRD Blora Didik Lukardono menyatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengirimkan surat pemberitahuan soal pengembalian mobdin beberapa hari lalu. ''Hari ini (kemarin), kami kirimkan lagi surat pemberitahuan kedua,'' ujarnya. Read the rest of this entry »
Sep
Status Kepemilikan Lahan Masih Disengketakan
Penambangan Sumur Minyak Tua
Status Kepemilikan Lahan Masih Disengketakan
BLORA, SR – Setelah secara resmi, memeperoleh ijin penambangan dari PT Pertamina, melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di Pendapa rumah dinas Bupati Blora, (24/3) antara Koperasi Unit Desa (KUD) Wargo Tani Makmur (WTM) Kecamatan Jiken, dengan Pihak Pertamina. KUD langsung merespon dengan melakukan upaya penambangan di Sumur tua yang akan dikelola.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, menyambut baik upaya penambangan sumur minyak tua dikelola KUD, sehingga mampu memberikan mata pencaharian bagi masyarakat yang ada di sekitar lokasi sumur tua yang merupakan peninggalan Kolonial Belanda.
Sebenaranya, KUD Jiken telah lama ingin mengelola langsung penambangan sumur tua. Itu di mulai sejak 1996, saat akan mengajukan ijin Usaha. Niat itu didasarkan pada potensi yang sangat besar bila pengelolaan sumur tua di optimalkan, dengan cara di lakukan penambangan sehingga bias memproduksi minyak mentah. Read the rest of this entry »
Aug
KPUK Tetap Gelar Seleksi Meski Panwaskab Minta Perpanjangan
BLORA - KPUK Blora memutuskan tetap melaksanakan rekrutmen calon anggota panitia pengawas kabupaten (panwaskab) untuk Pilkada 2010 mendatang.
Keputusan tersebut bertolak belakang dengan keinginan ketua panwaskab saat ini, Wahono yang meminta masa jabatannya diperpanjang hingga pelaksanaan Pilkada 2010.
Ketua KPUK Blora Moesafa menyatakan, keputusan untuk menggelar rekrutmen calon anggota panwaskab pilkada itu merupakan bentuk kepatuhan KPUK pada undang-undang (UU). Sebab, UU 22/2007 tentang penyelenggara pemilu mengamanatkan agar KPUK melaksanakan seleksi tersebut.
''Jika kami tidak melaksanakan rekrutmen, justru kami yang salah karena melanggar undang-undang,'' tegas Safa, panggilan akrabnya kepada Radar Bojonegoro kemarin. Read the rest of this entry »
Aug
MELON BUAH FAVORIT SELAMA BULAN PUASA
Melon buah favorit selama puasa
BLORA - Apa buah yang paling dicari oleh masyarakat kota sate selama bulan puasa? Jawabnya teryata jatuh pada melon dan semangka. Lho kok? Cuaca panas saat puasa, buah yang berair dan manis menjadi pilihan, dan itu ada pada semangka dan melon.
”Melon rasanya segar, apalagi saat puasa yang sangat panas seperti saat ini, sangat cocok untuk buka puasa,” kata Rina, salah seorang pembeli.
Buah yang berair dan manis ini, untuk melon dijual perkilonya Rp 6.500, sementara semangka mulai dari Rp 3.000 tergantung dari jenis semangkanya. Tak hayal buah inipun laris manis diserbu warga sebagai sajian untuk melengkapi menu buka puasa.
”Selama puasa berlangsung, yang paling laku adalah melon mas, baru kemudian semangka,” kata Septia Okta, penjual buah yang berada di kios pasar Jalan Mr Iskandar Blora, Rabu (26/8).
Menurut cewek berambut panjang ini, selain keduanya, buah seperti anggur, jeruk, belimbing dan jambu air juga banyak yang dibeli masyarakat. Bukan hanya itu, selama puasa terjadi peningkatan omzet yang cukup banyak.
”Yang beli mengalami kenaikan dua kali lipat mas, meskipun harga buah banyak yang naik saat puasa, namun masyarakat tetap banyak yang membeli,” tambahnya.
Menurut Okta, kenaikan rata-rata antara Rp 500 sampai Rp 3.000. Seperti apel dari Rp 20.000 menjadi Rp 23.000. Untuk jeruk citrus bahkan mencapai Rp 24.000 dan jeruk bali Rp 16.000. Namun ada buah yang harganya cenderung turun, seperti jambu air dari Rp 15.000 menjadi Rp 13.000.
Meski banyak yang membeli, teryata buah yang ada di beberapa toko buah bukan berasal dari buah lokal Blora. Termasuk semangka dan melon yang didatangkan dari daerah di Jawa Timur karena kualitas buah yang baik, sementara melon dan semangka lokal memiliki mutu yang kurang bagus. ”Kebanyakan buahnya berasal dari Jawa Timur,” ujarnya. K.9-ip

