About Us

©2008-2009 Berita dari Blora™ ini merupakan kliping digital, berisi kumpulan-kumpulan berita tentang Blora di media online.

Blog ini merupakan Back Up & mirror dari blog asalnya sekaligus mirror dari website ILUSA.Net.

Read More >>

Most Popular Posts

Subscribe to our RSS Feed

Lorem ipsum dolor site amet

Quisque dapibus fermentum quam. Donec semper tempus enim. Aenean tempus dignissim tortor. Ut condimentum. Mauris iaculis. Vivamus ligula nisi, dictum vel,

25
Aug

KEKERINGAN DI BLORA MELUAS


Tuesday, 25 August 2009

Kekeringan di Blora
Warga terpaksa ambil air di sawah

BLORA - Bagi warga di Kecamatan Jati, musim kemarau seakan sudah menjadi hal yang lumrah jika harus mencari air cukup jauh. Pasalnya, kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan, atau berjarak sekitar 42 km dari kota Blora ini, selalu mengalami kekeringan saat datangnya musim kemarau, tak terkecuali tahun ini.

Beberapa warga, bahkan mencari air hingga puluhan kilometer. Tidak sedikit pula yang mencari air di sawahsawah, meskipun airnya banyak yang keruh. Salah satunya dialami oleh, Dasmi (35), warga Dusun Pakuwon, Desa Gabusan, Kecamatan Jati. Dalam sehari, perempuan muda ini selalu mengambil ambil air rata-rata 10 pikul atau 20 jiregen.

Saat kemarau, dia lebih banyak mencari air yang ada di sumur-sumur sawah. ”Tiap pagi dan sore saya rutin ambil air di sawah, meskipun airnya tidaklah bersih,” ujar Dasmi kepada Wawasan, Senin (24/8).

Apa yang dilakukan perempuan dua anak ini, sudah sejak bulan Juni. Air yang dia ambil biasanya dipergunakan untuk keperluan sehari- hari dan untuk minum ternaknya.

”Kalau airnya kotor, biasanya untuk minum ternak. Untuk air minum mencari di daerah lain dengan cara membeli,” katanya.

Hal sama juga dialami oleh Rasiman (40), warga setempat. Air yang diambil dari sawah kalau yang kotor digunakan untuk minum sapinya. Sementara air bersih dia harus mencarinya sekitar 3-4 kilometer. ”Kalau ambil di daerah Klatak, satu pikulnya saya membayar lima ratus rupiah saja. Biasanya saya ambil sekitar 5-6 pikul,” katanya.

Menurut dia, bantuan dari pemerintah sudah pernah diterima, namun itu hanya satu kali, serta bantuan dari salah satu BUMN yang beroperasi di Blora. ”Bantuan pemerintah hanya sekali, kalau bisa ya dikasih lagi,” ucapnya. K.9-ip

21
Aug

PELANTIKAN DEWAN BARU TUNGGU AKHIR BULAN


[ Kamis, 20 Agustus 2009 ]
Menunggu Sampai Akhir Bulan
Kesabaran anggota dewan terpilih hasil pileg lalu masih terus diuji. Hingga kemarin, tanda-tanda penjadwalan hari pelantikan tetap gelap. Padahal, mestinya mereka sudah dilantik 14 Agustus lalu.

''Sebenarnya kami tidak hanya diam. Hanya gerakan kami memang tidak frontal,'' ujar Seno Margo Utomo, salah satu calon anggota dewan baru yang terus menuntut agar pelantikan segera dilakukan.

Dia menuturkan, hasil rapat bersama yang membawa persoalan itu ke Pemprov Jateng dan Mendagri, sampai saat ini belum ada kabarnya. Menurut Seno, dia mendengar penyelesaian surat pertanggungjawaban (SPJ) untuk berbagai kegiatan anggota dewan lama belum diselesaikan pihak setwan. Persoalannya, kata kader PKS ini, ada sejumlah bahan SPJ yang tidak ada.

''Bagaimana mereka mau menyelesaikan SPJ-nya kalau bahan tidak ada. Seperti misalnya untuk kunjungan kerja anggota dewan, laporannya banyak yang tidak ada,'' imbuhnya.

Karena itu, dia menduga, persoalan pelantikan ini masih akan berlarut-larut. Dia sangat berharap partai-partai besar seperti Golkar, PD, PKB atau PDIP yang bakal menjadi pimpinan di DPRD juga terus bergerak. Jika gerakan itu dilakukan bersama-sama, kata dia, maka segera menemukan titik terang. ''Secara personal kita masing sering komunikasi untuk membahas langkah selanjutnya,'' ujarnya.

Selama ini, menurut Seno, Ketua DPRD Warsit menyatakan kalau pelantikan akan dilakukan akhir bulan Agustus ini. Namun, melihat gelagat yang berkembang, dia tidak yakin kalau 31 Agustus nanti anggota dewan baru bisa dilantik. Sebab, persoalannya saat ini bukan pada waktu. Melainkan soal tuntutan pencairan hak sejumlah anggota dewan lama.

''Teman-teman masih menunggu sampai akhir bulan. Yang perlu kita sikapi adalah setelah 31 Agustus itu langkah apa yang akan dilakukan. Itu penting,'' tuturnya.

Karena itu, dia mengaku saat ini sedang koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Komunikasi dengan banyak pihak juga dilakukan, mulai dari birokrasi hingga penegak hukum. Sampai saat ini, menurut Seno, para calon wakil rakyat itu masih memegang komitmen untuk kompromi. Artinya, masih mempunyai batas kesabaran untuk menunggu semua proses administrasi di DPRD selesai. ''Ya, minimal sampai 31 Agustus itulah. Setelah itu, tunggu saja gerakan kami,'' ancamnya.

Abdullah Aminuddin, caleg terpilih dari PKB menuturkan, harus ada batas waktu kapan pelantikan anggota DPRD baru dilakukan. Dia juga membenarkan bakal ada pertemuan lagi untuk membahas pelantikan tersebut.

Sementara itu, Plh Sekwan Didik Lukardono membenarkan bahwa jadwal pelantikan memang belum jelas. Meski tidak gamblang, dia menyatakan saat ini masih ada persoalan administrasi yang belum beres. Dia tidak mengatakan apakah batas akhirnya 31 Agustus atau kapan. ''Memang masih ada beberapa yang harus diselesaikan. Kalau selesai mungkin segera dijadwalkan (pelantikan),'' katanya.

Sekretaris Provinsi Jateng Hadi Prabowo, sampai berita ini ditulis belum berhasil dihubungi wartawan koran ini. Berkali-kali ditelepon, tidak diangkat. Saat di-SMS juga tidak dibalas. Sehingga belum diperoleh informasi bagaimana kebijakan pemprov terkait tidak dilaksanakannya SK gubernur tersebut. (ade/ono)
21
Aug

SIDANG LANJUTAN RASKIN



Friday, 21 August 2009

Sidang penggelapan raskin disesaki warga


BLORA - Sidang penggelapan beras untuk rakyat miskin (raskin) dengan terdakwa Kades Sambongrejo, Kecamatan Ngawen, Blora, Sunarman dihadiri ratusan warga. Mereka ingin melihat langsung jalannnya persidangan. Mereka berasal dari masyarakat yang selama ini berseberangan pendapat dengan kades.

Menurut Sukandar yang juga ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Sambongrejo, maksud kedatangan warga hanya ingin mengawal agar hukum benar-benar ditegakan, karena memang kades telah melakukan pengelapan raskin.

”Kami dan warga hanya ingin melihat sekaligus meminta agar hukum benar-benar ditegakkan dengan adil,” ungkapnya kepada Wawasan, Kamis (20/8).

Lanjut Sukandar, setelah kades ditahan oleh Kepolisian, pihak desa melalui perangkat desa, LKMD,BPD, tokoh masyarakat dan agama, RT dan RW membuat surat peryataan yang isinya tidak mau dipimpin lagi oleh Sunarman, karena tidak bisa sebagai contoh yang baik.

”Bersama BPD, LKMD dan perangkat desa, kami sudah menghadap Kabag Hukum untuk menyerahkan surat tersebut, namun hingga saat ini belum ada jawaban, kami minta desa kami segera diberikan Pjs (pejabat sementara-red), bukan Plh (pelaksana harian-red) kades,” tambahnya.

Namun jawaban dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, hingga saat ini belum juga turun, kami khawatir surat tersebut tidak ditanggapi pemkab.

Dakwaan salah
Sunarman kembali disidang soal kasus penggelapan beras miskin (raskin) di desanya mulai Maret 2008 sampai April 2009.

Melalui penasihat hukumnya Zainudin yang membacakan esepsinya, bahwa apa yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidaklah cermat. Karena raskin di desa sudah dikoordinasi oleh Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) desa setempat, serta yang melakukan penyaluran bersama dengan perangkat desa.

”Yang menyalurkan raskin secara bersama dengan perangkat desa yang dikoordinasi Kasi Kesos,” kata Zainudin di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Adi Sutrisna, dan anggota Aminudin dan Zulkarnaen.

Penasihat hukum juga menilai, dakwaan masih kabur dan salah sasaran karena Sunarman bukan yang bertanggung jawab soal raskin, sehinga meminta agar dakwan JPU tidak diterima.

”Terdakwa tidak dapat dikenai pidana, dan harus dibebaskan demi hukum,” katanya.

Sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada Kamis pekan mendatang dengan agenda pembacaan jawaban dari JPU Yeni Astuti. K.9-Tj

12
Aug

Desak Pelantikan DPRD sesuai SK Gubernur

Radar Bojonegoro, BLORA - Sebanyak 35 calon anggota legislatif (caleg) terpilih hasil pemilu legislatif (pileg) 2009 kemarin (11/8) mendatangi gedung DPRD setempat. Mereka ingin meminta kepastian kapan mereka dilantik. Alasannya, SK pengesahan anggota DPRD Blora dari gubernur telah terbit.

Meski demikian, hingga kemarin jadwal pelantikan dewan belum ditetapkan. Padahal, dalam SK itu gubernur Jateng meminta anggota dewan yang baru dilantik pada 14 Agustus. "Kami meminta agar pelantikan sesuai dengan ketetapan yang diberikan gubernur," ujar Abdullah Aminuddin, salah seorang calon anggota dewan dari PKB.

Karena itu, Amin mengirim surat yang tembusannya juga disampaikan kepada gubernur, Ketua Pengadilan Tinggi, KPUD Jateng, serta sejumlah pejabat seperti bupati, ketua PN, KPUK, Kantor Kesbangpollinmas dan lainnya. Surat itu diteken 35 dari 45 calon anggota dewan periode 2009-2014.

Menurut Aminuddin, secara normatif anggota DPRD lama memang selesai pada 14 Agustus 2009, karena pelantikan pada 14 Agustus 2004. "Kami menilai setelah 14 Agustus akan terjadi kevakuman hukum,'' tambahnya.

Rombongan para calon wakil rakyat itu kemarin diterima Plh Sekretaris DPRD Didik Lukardono. Dalam pertemuan itu, Didik mengataan, kalau belum bisa memberi jawaban pasti kapan mereka dilantik. Sebab, ada mekanisme yang harus dilalui. Di antaranya penjadwalan sidang istimewa pelantikan yang harus dilakukan oleh panitia musyawarah (panmus). "'Sedangkan sampai saat ini panmus belum rapat,'' katanya. Read the rest of this entry »

12
Aug

SD Kartini Blora sarat prestasi fasilitas memprihatinkan

Wawasan, Wednesday, 12 August 2009

Melongok TK-SD Kartini Blora Sarat prestasi, namun fasilitas gedung memprihatinkan

”SELAMAT siang pak.” Begitu sapa beberapa murid SD Kartini Blora saat Wawasan siang itu berada di sekolah yang termasuk unggulan di kota Blora. Ucapan selamat siang ternyata selalu diucapkan kepada guru atau pun tamu yang hadir di sekolah yang terletak di Jalan Dr Sutomo 14 Blora ini.

Sepintas kalau melihat dari depan, sekolah yang berdiri sejak 1954 ini nampak tidak ada yang berbeda dari sekolah swasta lainnya. Namun saat masuk di dalam lingkungan sekolah, terlihat pemandangan yang tidak biasa. Banyak bukubuku pelajaran atau pun sarana penunjang lainnya hanya disimpan di kardus dan emberember, sementara yang lain cukup dibungkus dengan plastik agar tidak rusak.

Namun demikian, sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kartini ini sarat akan prestasi yang luar biasa. Bahkan sekolah negeri yang menjadi unggulan di kota Blora masih kalah dalam soal prestasi. Seperti nonakademik sebagai langganan setiap lomba sempoa, menjadi juara II wushu saat Yogya Open 2009 dan juara II dalam Kejurda 2008, juara pertama lomba seni lukis tingkat eks Karesidenan Pati pada 2008 dan 2009.

Di bidang akademik, juara pertama bidang studi matematika tahun 2009, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia juara ke- II pada tahun 2009 dan secara berturut-turut menjadi juara pertama dalam LCC matematika HUT Blora sejak tahun 2003-2007. Untuk tahun 2009 ini meraih nilai tertinggi dalam mata pelajaran IPA dengan nilai sempurna 10.

”Karena tidak ada tempat untuk menyimpan buku atau lainnya, kami simpan di kardus atau ember-ember agar tidak rusak,” ujar Kepala Sekolah TK-SD Kartini, Rahayu kepada Wawasan, Selasa (11/8).

Keunikan lainnya, karena keterbatasan gedung, ruang kelas V dan VI dijadikan satu dan mereka belajar secara bersama. Sementara kelas IV ruang kelasnya tidak tetap. Saat pagi hari sebelum TK pulang, mereka menggunakan ruangan terbuka yang biasa dijadikan arena untuk pentas seni. Selepas anak TK pulang, baru ruang yang paginya dipakai TK dijadikan kelas untuk pelajaran selanjutnya. Read the rest of this entry »

11
Aug

Wawasan – SUMUR MINYAK TUA JIKEN BERPRODUKSI

Tuesday, 11 August 2009

Sumur minyak tua berproduksi, warga Jiken tasyakuran

BLORA - Seluruh wajah personel Koperasi Unit Desa (KUD) Wargo Tani Makmur, Kecamatan Jiken, Blora serta pekerja tambang di sumur tua tersenyum puas, karena usaha kerasnya sejak lama akhirnya membuahkan hasil dengan telah berproduksinya sumur minyak tua, yang berlokasi di sumur Banyubang 27, Desa Bangoan, Kecamatan Jiken.

”Rasanya cukup lega, akhirnya sumur ini bisa mengeluarkan minyak, dan kami telah siap memproduksi minyak,” kata Ketua II KUD Wargo Tani Makmur, Sadi, saat melakukan tasyakuran dan selamatan atas berproduksinya sumur tersebut.

Mereka memang patut merayakan dengan tasyakuran, karena berbagai masalah saat proses pengerjaan sering terjadi, terutama soal status tanah yang menjadi rebutan antara PT Pertamina dan Perhutani. Serta dihadapkannya pada besarnya modal yang disiapkan untuk eksplorasi.

Menurut Sadi, KUD akan mengelola sebanyak 24 sumur minyak tua bersama dengan masyarakat. Sebagian besar sumur minyak terletak wilayah Banyubang, Kecamatan Jiken. Sumur tua tersebut merupakan peninggalan Belanda yang dibor sebelum tahun 1970 dan tidak diusahakan oleh Pertamina EP. Read the rest of this entry »

10
Aug

Tak dapat Adipura, bidik tahun depan

WAWASAN, BLORA - Setelah gagal mendapatkan piala Adipura untuk kategori kota kecil tebersih, Pemkab Blora mulai serius mempersiapkan diri menyongsong Adipura 2010 agar bisa merebut piala tersebut. Salah satunya dengan membentuk pasukan kebersihan yang sebelumnya bernama pasukan kuning, menjadi laskar kebersihan.

"Laskar Kebersihan diharapkan mampu menjaga kebersihan di kota Blora, selama keberadaan mereka mampu membuat kota Blora menjadi bersih, dengan semangat baru Blora menjadi lebih bersih, " harap Bupati Blora RM Yudhi Sancoyo, saat meresmikan laskar kebersihan di komplek Taman Wisata Tirtonadi Blora, kemarin.

Laskar Kebersihan selama ini memang telah bertugas sebagai petugas kebersihan, yang berada di bawah koordinasi Dinas Pertanahan, Permukiman dan Tata Ruang (DPPTR) Blora. Dengan kekuatan personel sekitar 120 orang baik yang bertugas di kota Blora maupun kota Cepu. Read the rest of this entry »