About Us

©2008-2009 Berita dari Blora™ ini merupakan kliping digital, berisi kumpulan-kumpulan berita tentang Blora di media online.

Blog ini merupakan Back Up & mirror dari blog asalnya sekaligus mirror dari website ILUSA.Net.

Read More >>

Most Popular Posts

Subscribe to our RSS Feed

Lorem ipsum dolor site amet

Quisque dapibus fermentum quam. Donec semper tempus enim. Aenean tempus dignissim tortor. Ut condimentum. Mauris iaculis. Vivamus ligula nisi, dictum vel,

28
Jun

Pengembangan Lapter Ngloram Tertunda

SUARA MERDEKA - Impian sejumlah pihak agar pengembangan Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram, Cepu segera terealisasi tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga kini masih terkendala aturan di pusat.
Bupati Blora Drs RM Yuhdi Sancoyo ketika dimintai konfirmasi mengakui, memang ada kendala soal rencana pengembangan Lapter Ngloram. 

”Ada aturan harus dihibahkan dulu,” ungkapnya kepada Suara Merdeka.

Jadi, lanjutnya, karena ada aturan hibah itu pemilik lapter saat ini, PPT Migas, nantinya harus ada nota kesepahaman soal penghibahan itu kepada Pemkab.  ”Dan, hal ini yang sedang ditempuh,” tandas Bupati Yudhi.  Dia menekankan, belum tahu pasti kapan proses penghibahan itu akan selesai.

Menyambut Positif

Sebagaimana diberitakan, tahun ini proyek pengembangan Lapter Ngloram akan segera dilakukan. Diperkirakan, pembangunan itu akan menelan biaya puluhan juta rupiah, sebagian dari APBD Provinsi Jawa Tengah, sisanya sebagai dana pendampingan dari APBD Blora. Read the rest of this entry »

11
Feb

Terminal Cepu Memprihatinkan

 

JAWA POS - Kondisi terminal Cepu cukup memperihatinkan. Sebab, ruas jalan di dalam maupun di sekeliling terminal rusak parah. Kerusakan sarana terminal tersebut tak jarang menyebabkan rusaknya mobil. Sejumlah awak angkutan umum meminta Pemkab Blora segera memperbaiki kerusakan tersebut. ”Beberapa waktu lalu ada bus yang pirnya patah setelah melewati jalan yang berlubang-lubang itu,” ujar Adi, salah seorang awak angkutan umum kemarin.

Menurut dia, beberapa kali keluhan disampaikan kepada pengelola terminal. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut. Atmaji awak bus lainnya menyatakan pelataran parkir di Terminal Cepu kini ”dihiasi” dengan beberapa lubang yang cukup lebar. Tanda-tanda kerusakan jalan, kata dia, sudah terlihat sejak tahun lalu. Tidak adanya penanganan segera dan turunnya hujan menjadikan kerusakan semakin parah. Air hujan tergenang di lubang tersebut. ”Tolonglah terminalnya segera diperbaiki,” tandasnya. 

Farid salah seorang warga Cepu mengatakan, mestinya Pemkab Blora malu melihat kondisi Terminal Cepu saat ini. Sebab, terminal merupakan pintu gerbang menuju suatu daerah. Jika terminalnya rusak, kata Farid, warga dari luar daerah akan beranggapan kondisi yang sama juga dengan mudah ditemui di Blora. ”Kerusakan sarana di Terminal Cepu sebenarnya terjadi sejak lama. Sebagai warga Cepu, kami malu atas kerusakan itu,” tuturnya. Read the rest of this entry »

05
Feb

Banjir di Cepu Mulai Surut

Headline News / Nusantara / Rabu, 04 Februari 2009 6:02 WIB

Metrotvnews.com, Blora: Setelah tiga hari digenang banjir, ketinggian air di sejumlah desa di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Rabu (4/2) hari ini, berangsur surut. Namun warga korban banjir masih bertahan di pinggir rel, sementara bantuan mulai disalurkan kepada warga. 

Banjir yang melanda Kecamatan Cepu dalam tiga hari terakhir, sempat menimbulkan kepanikan warga Desa Balung dan Desa Sumber Pitu. Warga trauma dengan banjir yang terajadi pada akhir tahun 2007 lalu, yang datang tiba-tiba. Meski banjir dengan ketingian 1,5 meter mulai surut, namun warga belum berani pulang ke rumah masing-masing. 

Sejumlah desa yang sempat terendam banjir setinggi hampir 2 meter, kini surut menjadi 30 centimter. Sementara bantuan yang selama ini diharapkan baru tiba di lokasi kemarin siang. Warga bersama sejumlah relawan posko banjir mendirikan dapur umum, untuk melayani kebutuhan sehari-hari warga.(RIZ)

05
Feb

Bengawan Solo Rendam Daerah di Jateng dan Jatim

Metrotvnews.com, Blora: Luapan Sungai Bengawan Solo yang merendam Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, dalam dua hari terakhir membuat ketinggian air semakin bertambah. Jika sebelumnya ketinggian air paling tinggi mencapai satu meter, hari ini, ketinggian air sudah mencapai 1,2-1,8 meter. 
Warga yang rumahnya mengungsi ke tempat aman, seperti di pinggiran jalur kereta api. Warga mengeluhkan belum adanya bantuan evakuasi dari Pemerintah Kabupaten. Sehingga akhirnya, warga secara swadaya melakukan evakuasi sendiri. Diperkirakan, jumlah pengungsi masih akan bertambah melihat kecenderungan air yang masih akan meninggi.

Luapan Sungai Bengawan Solo juga dirasakan oleh warga yang tinggal di Bojonegoro. Sedikitnya 15 kecamatan terendam air Sungai Bengawan Solo. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 centimeter sampai satu meter. Meski demikian, warga belum mengungsi. 
Sedangkan warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tenda-tenda yang didirikan di tangguul Bengawan Solo. Warga korban banjir mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah setempat.

Sementara itu, banjir akibat luapan air sungai juga terjadi di Jember, Jawa Timur. Air mulai meninggi pada dini hari. Air yang naik secara tiba-tiba, tidak memberi kesempatan warga untuk mengungsi. Tim SAR yang datang untuk mengevakuasi terkendala kurangnya peralatan dan personil. 

Sehingga proses evakuasi berjalan lambat. Tim bantuan mengevakuasi warga ke Balai Desa Paseban. Hingga siang ini masih ada ratusan warga yang terjebak di dalam rumah. Mereka memilih untuk bertahan karena ketinggian air di jalan sudah mencapai tiga meter.(FHD)

05
Feb

Saat Banjir Mulai Menyapa Warga Cepu

Air luapan Bengawan Solo mulai menyapa sejumlah warga 14 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Blora kemarin (1/2). Meski ketinggian air belum mengkhawatirkan, warga tetap cemas.
JAWA POS - Seorang perempuan paro baya berjalan menerjang air yang menggenangi halaman rumahnya di lingkungan Balun Nggendeng, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, kemarin siang. Air setinggi lutut itu terlihat keruh. Banyak sampah ikut terseret. Kaki rentanya terus saja menerjang air, sementara tangannya menenteng peralatan dapur. Perempuan itu, menuju ke arah rel kereta api (KA) yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.

Setelah meletakkan barang-barang itu di pinggir rel, perempuan ini balik lagi ke rumah. Kali ini, dia keluar dengan membawa sebuah kasur dan beberapa bantal yang digulung di dalamnya. Begitu juga seorang ibu, anak dari perempuan tua itu juga hilir mudik mengangkut barang dari dalam rumah. 

Sementara air terus meninggi. Di dalam rumah perempuan itu, air sudah menggenangi setinggi 20 sentimeter. “Rumah saya sudah tergenang. Lebih baik bersiap mengungsi daripada nanti terlambat,” ujar Kasni, 55, nama perempuan tersebut. Read the rest of this entry »